TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minggu, 08 Mei 2011

Istri Termuda Osama yang Terluka Diinterogasi

EPA via DailyMail Para perempuan pendukung Osama bin Laden ikut unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di London, Inggris, Jumat (6/5/2011).

ISLAMABAD, Fiqih New — Istri Osama bin Laden mengakui, keluarganya telah lima tahun tinggal di sebuah kompleks di Abbottabad, Pakistan, sebelum ditembak mati oleh pasukan Amerika Serikat.
Informasi ini disampaikan oleh beberapa pejabat keamanan Pakistan tanpa disebut namanya oleh kantor berita AFP, Sabtu (7/5/2011), berdasarkan keterangan Amal Ahmed Abdulfattah, istri ketiga Osama.Dari tiga istri Osama (54), Amal adalah istri termuda, yang masih berusia 29 tahun, lahir pada 27 Maret 1982, menurut salinan paspor Yaman-nya yang dilihat oleh AFP. Perempuan itu ditembak kakinya dalam operasi Navy SEALs, dan kini menjalani perawatan medis serta interogasi di Pakistan bersama 15 anggota keluarga Osama.
Pada Minggu malam lalu, pasukan khusus AS terbang dengan helikopter ke rumah tiga tingkat tempat tinggal keluarga Osama di pinggiran kota Pakistan itu.
"Ia mengatakan dalam bahasa Arab bahwa bin Laden dan keluarganya telah tinggal di kompleks itu selama lima tahun terakhir dan ia (Osama) tidak pernah meninggalkan kompleks itu," kata seorang pejabat keamanan Pakistan yang mengetahui penyelidikan tersebut.
"Tetapi, ini hanya pernyataannya dan kami belum membuktikan kebenarannya," pejabat itu menambahkan. Pejabat keamanan kedua memastikan informasi itu. Para pejabat Pakistan itu menyatakan, tiga istri Osama telah ditemukan di rumah tersebut, semuanya warga Yaman atau Arab Saudi, beserta 13 anak mereka, bersama mayat anak laki-lakinya, dua pengawal Kuwait, dan seorang wanita.
Identitas dua pengawal itu menjadi sasaran penyelidikan Pakistan. Beberapa tetangga mengatakan, dua bersaudara suku Pashtun yang diketahui sebagai Arshad dan Tariq itu adalah dua laki-laki yang tinggal di rumah tersebut, yang secara tetap pergi berbelanja. Namun, identitas mereka sebenarnya belum jelas.
Kartu identitas mereka mendaftar alamat palsu di distrik Charsadda di Pakistan barat laut. Media setempat menuturkan, mereka orang Pakistan yang lahir di Kuwait dari seorang ayah yang kenal dengan Osama.
Menurut beberapa tetangga, mereka membeli tanah itu dan membangun vila itu pada 2005, dan menceritakan kepada orang-orang di lingkungan itu bahwa perempuan-perempuan tersebut adalah istri mereka.
Perempuan-perempuan itu tampak keluar hanya kadang-kadang, berkerudung, dan tidak keluar dari sebuah minivan Suzuki merah sederhana, kata para tetangga tersebut.

Cessna Tabrak Pohon 50 Meter, 6 Tewas

Fiqih New, — Empat pekerja antinarkotika dan dua pilot militer Bolivia tewas ketika pesawat mereka jatuh dalam misi pengawasan kokain."Itu tabrakan langsung terhadap pohon sekitar 50 meter tingginya dan pesawat itu terbakar semua," kata Jenderal Angkatan Udara Bolivia, Tito Gandarillas, Sabtu (7/5/2011).Pesawat Cessna itu meninggalkan Bandar Udara La Paz, Kamis, untuk mengawasi pertumbuhan kokain di wilayah Los Yungas, wilayah penanaman pohon koka di timur laut ibu kota.
Keempat staf itu bekerja pada kantor PBB tentang Obat Bius dan Kejahatan, yang bekerja sama dengan pemerintah untuk melawan penyelundupan narkotika.

Milan Campione

Foto: Para pemain AC Milan saat merayakan scudetto/Getty Images
Foto: Para pemain AC Milan saat merayakan scudetto/Getty Images
Fiqih New,   ROMA - Milan Campione! Kata inilah yang didengungkan Milanisti di seluruh dunia menyambut hasil imbang 0-0 yang dipetik AC Milan melawan AS Roma, pada giornata ke-36 Serie A, Minggu (8/5/2011). Ya, hasil ini sudah cukup bagi I Rossoneri untuk merengkuh gelar scudetto musim ini.

Tambahan satu angka memastikan Milan meraih titel ke-18 Serie A. Dengan 78 poin, koleksi angka Milan tak mungkin bisa dilewati pesaing terdekatnya Inter Milan. Secara matematis, Inter memang bisa menyamai koleksi poin Milan, bila Milan kalah di dua laga sisa dan Inter merengkuh tiga laga sisa dengan kemenangan. Namun, Milan tetap berhak atas gelar scudetto karena unggul head to head atas rival sekotanya tersebut.

Bermain di markas lawan di Stadio Olimpico, Milan memang sempat tertekan di babak pertama. Tuntutan meraih kemenangan yang diemban Roma demi memburu tiket Liga Chamopons musim depan, membuat Francesco Totti dkk tampil menekan. Roma membuka peluang di menit ke-14 melalui Mirko Vucinic yang memanfaatkan umpan cantik Marco Cassetti. Beruntung bagi Milan, kiper Christian Abbiati cekatan dalam menutup ruang tembak Vucinic.

Vucinic kembali menebar ancaman di menit ke-23. Casetti kembali menjadi aktor yang mengirimkan umpan silang matang. Namun, kali ini giliran bek veteran Alessandro Nesta yang bertindak cepat dengan memotong bola sebelum bola sampai di kaki Vucinic. Alhasil, hingga jeda, skor 0-0 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Milan yang tidak ingin pestanya tertunda coba mengambil kendali permainan. Pertandingan belum berjalan semenit, Robinho membuat Milan unggul andai tendangannya dari sudut kotak penalti tidak membentur tiang gawang.

Di menit ke-61, giliran Kevin Prince Boateng mendapatkan peluang emas usai memanfaatkan umpan lambung Massimo Ambrosini. Sayang sontekan gelandang asal Ghana yang telah berhasil melewati hadangan Alexandre Doni hanya melintas di sisi gawang.

Memasuki menit ke-70, kedudukan masih imbang tanpa gol. Pelatih Massimiliano Allegri yang ingin melihatnya timnya memastikan scudetto dengan meraih kemenangan, memasukkan Alexandre Pato menggantikan Robinho. Sayang, masuknya Pato yang baru pulih dari cedera tidak memberikan dampak signifikan dalam serangan Milan. Sementara Roma juga terlihat frustrasi dalam membongkar rapatnya pertahanan Milan yang termasuk salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Serie A musim ini.

Alhasil, skor kacamata pun bertahan hingga pertandingan berakhir. Seluruh pemain ofisial Milan pun menyambutnya dengan berlari ke tengah lapangan untuk merayakan gelar scudetto ke-18 mereka. Forza Milan!

Kisah Sugianto dengan Perompak Somalia


foto daylife 
 
Fiqih New,   TANGERANG - Sugianto, kepala kamar mesin (KKM)  Kapal MV Sinar Kudus, asal Kediri disanedra perompak Somalia di kamar mesin selama 47 hari.

Selama di kamar mesin, Sugianto tidak diperbolehkan melihat cahaya matahari. Dirinya juga mengaku diperlakukan tidak manusiawi oleh para perompak.

"Saya ditahan di kamar  mesin selama 47 hari, sejak 16 Maret-1 Mei 2011," akunya, kepada okezone, Minggu (8/5/2011) dini hari.

Sugianto menambahkan, di kamar mesin dirinya sangat menderita dan stres. Dia hanya tidur beralaskan lantai kapal yang kotor, dikelilingi mesin-mesin besar yang bising.

"Selama menjadi sandra, saya tidak pernah mandi. Pakaian yang saya pakai hanya satu potong," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Sugianto juga diperalat para Perompak untuk memperbaiki mesin-mesin kapal mereka yang rusak. Selama itu, Sugianto mengaku sudah memperbaiki enam mesin kapal perompak yang rusak.

"Mereka minta dibuatkan jangkar dan diperbaiki mesin kapalnya yang rusak. Saya sempat memperbaiki enam mesin kapal Perompak," terangnya.

Saat berhasil memperbaiki mesin kapal perompak, Sugianto tidak pernah mendapat imbalan. Sebaliknya, Sugianto disuruh menjaga kondisi mesin setiap waktu.

"Di kamar mesin itu ada generator, mesin besar, boiler dan mesin hidup. Kita jaga rutin," tambahnya.

Kapal Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesai dibajak perompak di perairan Laut Arab saat mengangkut biji nikel milik PT Aneka Tambang dari Sulawesi Tenggara menuju Rotterdam, Belanda. Penyanderaan terjadi pada 16 Maret 2011 lalu.  Sandera berhasilkan dibebaskan pemerintah Indonesia, Minggu 1 Mei lalu dengan membayar uang tebusan.

Semalam, rombongan ABK MV Sinar Kudus tiba di Terminal II D Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), sekira pukul 21.45 WIB, dengan menggunakan pesawat Qatar Air 670 tujuan Doha, Katar-Indonesia.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Cpx24.com CPM Program