TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 07 Mei 2011

Cara Baru Merawat Kulit: 4 Old & New Sun's Safety Skin

pic
Cara baru merawat kulit memang cukup mencengangkan. Bagaimana tidak, beberapa pemahaman mendasar tentang merawat kulit yang sejak dulu diterapkan dan diwariskan antar generasi, belakangan dinilai beresiko menimbulkan kanker kulit. Bahkan bukan kanker kulit biasa, karena MDers bisa saja beresiko diserang melanoma, kanker kulit terganas dengan efek lebih mematikan jika menyerang kulit bagian leher dan kulit kepala.

Misalnya, pada treatment sebelumnya, seseorang yang hendak meninggalkan rumah sebaiknya mengolesi (terutama) bagian kulit yang terkena sinar matahari secara langsung dengan lotion yang mengandung UVA/UVB dengan kandungan Sun Protection Factor (SPF) 15, dan dioleskan setengah jam sebelum pergi. Namun sesuai cara baru merawat kulit, tabir surya yang mengandung SPF 15 adalah standar minimal, karena setiap orang sebenarnya membutuhkan pelembab yang diperkaya antioksidan.

Menurut dermatologi asal New York, Fredric Brandt, matahari juga menghasilkan radikal bebas yang memecah kolagen dan serat ealstin. Sehingga antioksidan seperti kedelai, teh hijau, dan vitamin C diperlukan untuk meningkatkan perlindungan kulit. Jadi untuk menerapkan cara baru merawat kulit, MDers sebaiknya mencari pelembab atau lotion yang memiliki kandungan tersebut.

Cara Baru Merawat Kulit: SPF 15 Saja Tidak CukupKemudian jika perawatan sebelumnya MDers memilih mengenakan t-shirt atau menutupi bagian tertentu yang terpapar sinar matahari secara langsung, cara baru merawat kulit justru menyarankan MDers mengenakan pakaian berwarna gelap atau pakaian dengan bahan serat yang rapat. Pakaian seperti ini sebagai alternatif dari pakaian yang secara khusus dapat melindungi kulit dari sinar matahari.

Menurut Skin Cancer Foundation Amerika, seseorang yang mengenakan pakaian tembus angin memiliki dampak sengatan matahari yang sama dengan orang yang tidak melapisi kulitnya dengan pakaian apapun. Hal ini karena kain dengan tenunan rapat bisa menjadi tambahan UPF bagi kulit, pun cara baru merawat kulit ini sebaiknya MDers taati (terutama) bagi MDers yang berusia 30 tahun ke atas.

Lalu jika MDers merasa sesendok teh tabir surya dapat dioleskan ke wajah agar seluruh permukaan kulit yang terpapar dapat benar-benar terlindungi, MDers sebaiknya mengingat kembali: apakah hanya bagian-bagian tersebut yang terpapar sinar matahari secara langsung? Menurut dermatologi asal Miami, doker Alysa Herman, banyak orang tidak sadar bahwa kulit bagian leher, dada (daerah V), hingga punggung tangan saat mengemudi, menjadi bagian-bagian yang terpapar langsung sinar matahari tanpa perlindungan berarti. Jadi dalam cara baru merawat kulit, MDers perlu menambahkan lotion atau pelembab pada bagian-bagian tersebut.

Sedang kebiasaan yang dianggap menyehatkan tubuh namun berbahaya bagi sel-sel kulit adalah kebiasaan berjemur di pagi hari selama 15-20 menit. MDers tentu mendapat pengetahuan ini dari orang tua atau selama duduk di bangku sekolah dasar, tetapi cara baru merawat kulit tidak memungkinkan seseorang bisa memperoleh suplemen vitamin D dari paparan sinar matahari. Menurut Dermatologi asal New York, doker Fransesca Fusco, sedikit sinar matahari saja bisa menyebabkan kerusakan sel yang berakibat penuaan dini hingga kanker. Menurutnya, vitamin D saat ini bisa diperoleh melalui suplemen yang dikonsumsi.

Pandangan ini tentu cukup bertentangan dengan banyak rekomendasi menjaga kesehatan alami dari dokter lain, meski cukup logis mengingat dampak pemanasan global yang berimplikasi terhadap alam hingga berbagai segi kehidupan manusia. Namun karena pandangan doker Fusco ini belum banyak disimpulkan oleh dermatolog lain, mungkin masih ada toleransi untuk tidak melaksanakan cara baru merawat kulit ini ya? Tentu saja kecuali MDers merasa kesehatan kulit lebih penting ketimbang asupan alami vitamin D dari sinar matahari pagi.

Nah, selain empat cara baru merawat kulit tersebut, MDers tetap tidak diperkenankan menggunakan tanning untuk mengubah warna kulit menjadi coklat terbakar sinar matahari. Jika sebelumnya tanning-bed diyakini para ahli dapat meningkatkan resiko seseorang terserang melanoma hingga 75%, beberapa negara bagian di AS bahkan sudah melarang pemuda usia 18 tahun ke bawah melakukan tanning. Melanoma sendiri adalah penyakit kanker kulit terganas yang beresiko kematian lebih tinggi saat menyerang kulit bagian leher dan kepala.

 

0 comments:

Kaskus Only
:ilovekaskus :iloveindonesia :kiss :maho
:najis :nosara :marah :berduka
:malu: :ngakak :repost: :repost2:
:sup2: :cendolbig :batabig :recsel
:takut :ngacir2: :shakehand2: :bingung
:cekpm :cd :hammer :peluk
:toast :hoax: :cystg :dp
:selamat :thumbup :2thumbup :angel
:matabelo :mewek: :request :babyboy:
:babyboy1: :babymaho :babyboy2: :babygirl
:sorry :kr: :travel :nohope
:kimpoi :ngacir: :ultah :salahkamar
:rate5 :cool :bola

by Pakto
:mewek2: :rate-5 :supermaho :4L4Y
:hoax2: :nyimak :hotrit :sungkem
:cektkp :hope :Pertamax :thxmomod
:laper :siul :2malu: :ngintip
:hny :cendolnya

by misterdarvus
:maintenis: :maintenis2: :soccer :devil
:kr2: :sunny

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...