TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 27 Januari 2012

Stop Hujatan, Hinaan, dan Kutukan untuk Afryani !!. anda Bukan Tuhan



Saya sadar betul ini adalah tragedi, tapi disisi lain saya merasa kita hanya semakin termakan dengan amarah yang terus kita lahap dari media demi kepentingan uang dan rating,..

Apakah anda salah satu dari mereka orang yang menghujat dan menghina, dan bangga karena telah ikut2an dalam euforia emosi membangun musuh bersama.. Demikan kah agama anda mengajarkan anda ??

"media, khususnya tv dan media online, dengan dungunya turut melahirkan kematian baru pasca tragedi tabrakan di gambir. Mereka "membunuh" afriyani, sang penabrak, dengan mengabaikan hal-hal publik atas peristiwa tersebut, kemudian menyeretnya pada hal yang sifatnya sensasional, bombastik, dengan penyajian sudut pandang yang dangkal. Sekelompok primitif turut menjadikan peristiwa ini sebagai lelucon dengan foto dan komentarnya di media sosial. Stop menyebar berita dengan sudut pandang murahan dan bergaya infotainmen! Stop mengawetkan kemarahan! Stop membuat kematian-kematian baru!"

beberapa orang menganggap hujatan & sorotan media pada afriani adalah salah satu bentuk hukuman yg akan mengakibatkan efek jera bagi pelaku, maupun semua orang yg 'serupa'. Namun apa gunanya menyebarkan begitu banyak kemarahan pada publik? Makin banyak berita negatif yg disiarkan, makin banyak pula kebencian yg ditanamkan di benak kita.. Yg sedih bagi saya adalah, pada saat kasus ini dipadankan pada anak remaja yg mencuri sendal jepit & ibu tua yg mencuri buah coklat. Remaja itu didakwa 9 tahun, ibu itu 12 tahun. Di televisi maupun radio banyak orang yg meminta hukuman mati bagi afriani, kata mereka: 'kalo sendal jepit 9 thn & coklat 12 tahun, 9 nyawa berarti seumur hidup atau tembak mati!' sungguh pedih hati saya! Mengapa? Krn dua kasus sebelumnya tidaklah pantas dijadikan padanan! Dua kasus tersebut jelas2 bukti ketidak adilan, dan bila kita secara matematis memadankan tragedi ini dgn kasus mereka, bukankah kita tanpa sadar mengamini dakwaan tidak adil tersebut? Lagipula mengapa masyarakat kita begitu bernafsu untuk menuding, mempersalahkan, dan bahkan menghukum? Mengapa tidak justru mengatakan: 'kalo 9 nyawa = 5 tahun, berarti sendal jepit & coklat harusnya diampuni'? Ya, mungkin pengandaian barusan terlalu ekstrim & simplistis, tp anda mengerti maksud saya kan??

Lebih lagi hati saya pedih saat banyak orang beragama yg ikut2an mengutuk. Atau mengambil kesempatan utk memojokkan mereka yg mengalami ketergantungan pada narkoba & gemar dugem. Apa2an ini? Sejak kapan agama mengajarkan untuk mengutuk? Dimana kasih nya? Begitu gampang orang menuding orang lain pemabuk, bodoh, dll. Namun tunggu dulu! It could happen to you! Dan bila kita duduk dalam posisi afriani, jujur saja lah, beranikah kita menjamin utk berbuat lebih baik? Pada saat kita terlibat kecelakaan & harus bertanggung jawab sedemikian rupa, apa yg kita harapkan dr orang lain? Tentunya dukungan, atau plg tidak kata2 selain hujatan! Saya tahu krn saya sendiri pernah terlibat kecelakaan yg mengerikan dan harus bertanggung jawab pada korban.

Saya tidak kenal dgn afriani. Sy tidak tahu latar belakangnya atau orang seperti apa dia. Bs jadi dia memang betul layak dikenakan stigma negatif seperti yg diberitakan banyak orang, saya tidak membela dia. Dia harus bertanggung jawab atas kelalaiannya. Namun poin saya adalah: Berapa banyak afriani lain yg terjerumus dlm lubang sama, sementara berapa banyak dr kita yg tidak tahu dan tidak mau tahu thdp pergumulan mereka? Kita selalu berharap sistem untuk menciptakan obat bagi permasalahan2 sosial, namun kita enggan untuk mencegah permasalahan tersebut terjadi. Dan pada saat terjadi tragedi, kita semua berlomba2 untuk mencaci maki & memojokkan pelaku, membuat stasiun berita tersenyum melihat rating, & membuat para koruptor tertawa karena perhatian publik dialihkan. Apa yg sedang kita lakukan? Seolah2 kita adalah anak2 yg frustasi dan penuh amarah, lalu pada saat afriani dilemparkan pada kita, kita menyambutnya dgn pukulan bagaiman sansak. Hanya untuk melampiaskan rasa frustasi kita.. Sekali lagi hati kecil saya bertanya: Where's the love?
Memang orang jahat dan pendosa akan menerima hukuman, namun pintu pertobatan & pengampunan tidak pernah ditutup! Begitu pula, orang tidak dipaksa untuk bertobat di bawah ancaman dan hinaan

stop menghujat dan mengutuk karena anda bukan tuhan !
sumber

0 comments:

Kaskus Only
:ilovekaskus :iloveindonesia :kiss :maho
:najis :nosara :marah :berduka
:malu: :ngakak :repost: :repost2:
:sup2: :cendolbig :batabig :recsel
:takut :ngacir2: :shakehand2: :bingung
:cekpm :cd :hammer :peluk
:toast :hoax: :cystg :dp
:selamat :thumbup :2thumbup :angel
:matabelo :mewek: :request :babyboy:
:babyboy1: :babymaho :babyboy2: :babygirl
:sorry :kr: :travel :nohope
:kimpoi :ngacir: :ultah :salahkamar
:rate5 :cool :bola

by Pakto
:mewek2: :rate-5 :supermaho :4L4Y
:hoax2: :nyimak :hotrit :sungkem
:cektkp :hope :Pertamax :thxmomod
:laper :siul :2malu: :ngintip
:hny :cendolnya

by misterdarvus
:maintenis: :maintenis2: :soccer :devil
:kr2: :sunny

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...