TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 20 April 2011

Hadapi CAFTA, Pengusaha Jabar Tingkatkan Kualitas

Ilustrasi. Foto: Koran SI 
Rabu, 20 April 2011 09:38 wib
DEPOK - Para pengusaha Jawa Barat (Jabar) mengaku optimis menghadapi persaingan dalam perdagangan bebas ASEAN-Tiongkok atau yang biasa disebut CAFTA (China ASEAN Free Trade Area).

Para pengusaha di Jawa Barat tersebut menjalaninya sebagai tantangan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

Hal itu dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Agung S Sutisno yang mengatakan delapan puluh persen pengusaha di Jawa Barat bergerak di bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Saat ini, kata dia, perkembangan UKM di Jawa Barat memiliki prospek yang makin baik.

“CAFTA kami anggap sebagai tantangan, bukan keluhan. Adanya agreement ini supaya bisa kembangkan produk menjadi lebih bagus,” katanya kepada wartawan di Depok, Jawa Barat, Rabu (20/4/2011).

Agung menambahkan, kendala yang masih dihadapi oleh para pengusaha adalah masalah permodalan. Selain itu masih banyak pula kualitas produk yang masih di bawah standar produk asing.

“Kendala sedikit wajar, misalnya modal dan kualitas produk yang masih harus ditingkatkan, jatuh (collaps) sih nggak, namun ada volume produksi yang berkurang, sekarang bagaimana dari kami tingkatkan gali potensi untuk bersaing dengan produk asing,” jelasnya.

Solusinya, menurut Agung, pemerintah harus terus fokus dengan mengucurkan kredit dengan bunga yang rendah. Selain itu, beban pajak bagi pengusaha juga harus terus ditekan.

“Pemerintah harus ikut serta, kalau modal bunganya disini 11 sampai 14 persen, di China empat persen, khususnya msalah beban produk, beban cost yang dibebankan pada pengusaha perlu dihilangkan, pajak juga, sering kasih insentif,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Kadin Depok Muhammad Roni meminta pemerintah untuk fokus dalam mengembangkan UKM hingga membentuk rantai nilai produksi. Hal itu akan meningkatkan jumlah produksi serta kualitas produk.

“Misalnya Pemkot Depok ingin kembangkan belimbing menjadi ikon Depok, itu harus fokus ada sentranya, ada koperasi, ada pabrik, ada distributor, jadi membentuk rantai, dan petani tidak kesulitan mencari pasar,” jelas Roni.

0 comments:

Kaskus Only
:ilovekaskus :iloveindonesia :kiss :maho
:najis :nosara :marah :berduka
:malu: :ngakak :repost: :repost2:
:sup2: :cendolbig :batabig :recsel
:takut :ngacir2: :shakehand2: :bingung
:cekpm :cd :hammer :peluk
:toast :hoax: :cystg :dp
:selamat :thumbup :2thumbup :angel
:matabelo :mewek: :request :babyboy:
:babyboy1: :babymaho :babyboy2: :babygirl
:sorry :kr: :travel :nohope
:kimpoi :ngacir: :ultah :salahkamar
:rate5 :cool :bola

by Pakto
:mewek2: :rate-5 :supermaho :4L4Y
:hoax2: :nyimak :hotrit :sungkem
:cektkp :hope :Pertamax :thxmomod
:laper :siul :2malu: :ngintip
:hny :cendolnya

by misterdarvus
:maintenis: :maintenis2: :soccer :devil
:kr2: :sunny

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...