Fiqih News, TERNATE - Hampir saja lidah Hayatu, warga Malihut, Ternate, Maluku Utara putus karena irisan parang. Hayatu memberanikan diri menjadi relawan untuk menguji obat kebal yang dijajakan di pasar malam Swering.
Ceritanya bermula ketika Hayatu hendak kembali ke RS Medika tempat istrinya dirawat. Sehabis membeli makan malam, Hayatu mampir di tempat penjaja obat kebal yang disuguhi atraksi kekebalan.
Penjual obat kebal langsung menarik Hayatu untuk mencoba obat yang dijajakannya. Mulanya kepala Hayatu digesekkan dengan parang kemudian leher dan tangan juga diuji kekebalannya.
Untuk meyakinkan calon pembeli, rupanya penjual obat meminta Hayatu menjulurkan lidah untuk disayat dengan parang. Baru satu kali irisan, lidah Hayatu pun berdarah. Sontak Hayatu memberontak.
“Saya kaget karena terasi perih. Ternyata ada darahnya. Untung saja saya cepat menahan tangannya untuk tidak lagi mengiris. Jika tidak, pasti lidah saya dibuat putus,” tutur Hayatu pada okezone, saat ditemui usai memberikan keterangan di Mapolres Ternate, Minggu (15/5) malam.
Melihat korbannya berdarah, penjual obat pun kata Hayatu langsung melarikan diri. Satu unit patroli polisi yang tiba di lokasi kejadian, gagal menangkap pelaku. Namun, polisi berhasil mengamankan barang bukti pelaku berupa sejumlah obat yang dicurigai ilegal dan menyita sebilah parang milik pelaku.
Karena gagal meringkus pelaku yang sudah melarikan diri, polisi lantas menggiring sejumlah rekan pelaku untuk diperiksa di Mapolres Ternate. Dari data yang dihimpun, pelaku yang bernama Dayat baru tiba beberapa hari di Ternate. Dayat dan temannya tinggal di sebuah kos di Kelurahan Kota Baru, Ternate Tengah.
Ceritanya bermula ketika Hayatu hendak kembali ke RS Medika tempat istrinya dirawat. Sehabis membeli makan malam, Hayatu mampir di tempat penjaja obat kebal yang disuguhi atraksi kekebalan.
Penjual obat kebal langsung menarik Hayatu untuk mencoba obat yang dijajakannya. Mulanya kepala Hayatu digesekkan dengan parang kemudian leher dan tangan juga diuji kekebalannya.
Untuk meyakinkan calon pembeli, rupanya penjual obat meminta Hayatu menjulurkan lidah untuk disayat dengan parang. Baru satu kali irisan, lidah Hayatu pun berdarah. Sontak Hayatu memberontak.
“Saya kaget karena terasi perih. Ternyata ada darahnya. Untung saja saya cepat menahan tangannya untuk tidak lagi mengiris. Jika tidak, pasti lidah saya dibuat putus,” tutur Hayatu pada okezone, saat ditemui usai memberikan keterangan di Mapolres Ternate, Minggu (15/5) malam.
Melihat korbannya berdarah, penjual obat pun kata Hayatu langsung melarikan diri. Satu unit patroli polisi yang tiba di lokasi kejadian, gagal menangkap pelaku. Namun, polisi berhasil mengamankan barang bukti pelaku berupa sejumlah obat yang dicurigai ilegal dan menyita sebilah parang milik pelaku.
Karena gagal meringkus pelaku yang sudah melarikan diri, polisi lantas menggiring sejumlah rekan pelaku untuk diperiksa di Mapolres Ternate. Dari data yang dihimpun, pelaku yang bernama Dayat baru tiba beberapa hari di Ternate. Dayat dan temannya tinggal di sebuah kos di Kelurahan Kota Baru, Ternate Tengah.
05.52
FIQIH TABAH .A.
Posted in: 




0 comments:
by Pakto
by misterdarvus
Posting Komentar